Search Engine Optimization (SEO) era modern saat ini bukan hanya tentang teknikal, backlink saja. Namun peran konten yang di sajikan oleh website kepada penggunanya sangatlah penting.
Mungkin ada dari Kamu yang kebingungan kenapa websitenya tidak perform di mesin pencari, padahal setelah di audit secara teknis baik-baik saja, tidak ada yang terlewat dan sudah benar. Coba lihat statement John Muller di artikel searchenginejournal berikut.
Dalam suatu case study team Smartdigital, ada website klien baru (pindahan dari agency lama mereka) yang sulit perform meskipun sudah dibenahi semua hal teknis.
Belum lagi cara link building yang srampangan, yang ikut memperburuk kondisi SEO website tersebut.
Sedikit intermezo, buat rekan sesama agency jasa seo ataupun freelancer, bangun lah aset situs sendiri untuk test, trial error SEO, riset yang panjang hingga menemukan hasil valid akan teknik optimasi yang sesuai dengan website klien.
Jangan sekali-kali justru testing cara / teknik optimasi SEO kepada website klien, termasuk cara link building yang menimbulkan efek brand yang buruk (ex: beberapa kasus Kami menemukan banyak backlink komentar & memakai brand juga).
Merencanakan & Membuat Strategi Konten
Sebelum membuat konten plan & strategy, sebaiknya audit semua url / konten dalam website yang sudah eksis, serta melakukan riset keyword.
Kelompokkan & pilah mana yang butuh diedit, merger ke landing page baru atau bila perlu dihapus (jika memang mengharuskan, seperti tidak relevan lagi, copas dsb).
Jika sudah, baru dibuatkan kerangka struktur konten seperti pilar konten, konten pendukung dan juga berdasarkan kata kunci target.
Tips Membuat Konten
Jika konten plan & strategi sudah matang, dalam pembuatan konten fokus pada keyword target.
Apa itu Search Intent?
Search intent adalah penulisan artikel yang fokus pada jawaban akan apa yang dicari (ditanyakan) user melalui kata kunci yang mereka ketikkan di Google.
Jadi secara tidak langsung Kamu harus mengerti dulu, apa kira-kira yang dicari user untuk kata kunci yang mereka ketikkan di pencarian (yang sudah Kamu jadikan target keyword). Jangan terlalu melebar yang justru bisa menjadi bumerang SEO website Kamu dikemudian hari.
Maksudnya bumerang?
Begini, kita ambil contoh artikel tentang kesehatan, yang mana akan menulis tentang pengobatan penyakit saja.
Lalu di artikel Kamu tema melebar ke gejala, penyebab, terapi dan lain sebagainya. Mungkin sekilas artikel seperti ini bagus karena lengkap dan komprehensif yang bisa grab trafik berbagai kata kunci pecahan & kombinasi.
Namun ini bisa jadi bumerang jika suatu saat nanti, ntah itu admin baru di perusahaan Kamu atau Kamu lupa ketika akan membahas soal penyakit itu lagi (artikel pecahan), tapi tetap memasukkan gejala, penyebab dan lainnya tadi. Sebaiknya internal linking saja ke url gejala tadi, tidak perlu dibahas lagi.
Mungkin itu saja pembahasan singkat kali ini, dibawah ini Saya coba cantumkan tools free yang bermanfaat untuk mengoptimalkan konten website. Semoga bermanfaat.
Tools:
- Copyscape : Untuk cek copy paste (duplikat) eksternal konten website
- Quetext : Untuk cek copy paste (duplikat) internal & eksternal konten website. (Lebih simple & fokus per kalimat)
- repetition-detector.com : Untuk cek pengulangan kata yang terlalu dekat (bisa digunakan untuk target ubah jadi sinonim dan sebagainya)
- Compare Text : Membandingkan secara online 2 artikel (sangat cocok jika ingin cek perbedaan secara detail.
- Siteliner : Cek duplikat artikel internal (similar konten persentase)






